Minggu, 08 November 2015

SOAL UKG 2015 KARAKTERISTIK SISWA DAN TEORI BELAJAR



1.      Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lain.Apa saja karakteristik siswa yang Anda ketahui. Jelaskan!
Karakteristik adalah watak atau tabiat seseorang yang dipengaruhi oleh lingkungan, sikap dan kebiasaan.
Karakteristik yang perlu diperhatikan oleh guru
1.        Karakteristik atau keadaan yang berkenaan dengan kemampuan awal siswa. Misalnya adalah kemampuan intelektual, kemampuan berpikir dll
2.        Karakteristik atau keadaan siswa yang berkenaan dengan latar belakang dan status social
3.        Karakteristik atau keadaan siswa yang berkenaan dengan perbedaan-perbedaan kepribadian seperti sikap, perasaan, minat dll
Dari macam – macam jenis dan sumber karakteristik atau keaadaan yang ada pada siswa ini, guru dapat menentukan data – data apa saja yang perlu diketahui informasinya dan digali dari peserta didik. Kondisi pada peserta didik juga senantiasa dapat mengalami perubahan, guru hendaknya juga harus memantau segala perubahan keadaan yang ada pada siswa baik sebelum pembelajaran dimulai, saat pembelajaran, hingga pasca pembelajaran dan evaluasi.





2.      Pernahkah anda menyaksikan sirkus di Televisi?...Pernah
Bagaimana cara mengajari binatang-binatang yang ada sehingga mereka dapat melakukan tugasnya dengan baik?...
Pertama: Kita harus menyukai binatang itu
Kedua : Kita harus menyayangi binatang itu
Ketiga : Kita harus memberikan latihan –latihan secara kontinu disertai dengan rasa kasih sayang
Keempat : Jika binatang itu dapat melakukan perintah yg kita suruh kita berikan hadiah atau ganjaran.
 
Dapatkah cara tersebut di gunakan untuk siswa kita?...Dapat
Cara itu dapat digunakan untuk siswa kita di kelas, Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah…
a.       Kita lihat kondisi siswa yang akan kita ajar. Misalnya pada kisaran umur berapa..juga latar belakang input nya dalam hal nilai.
b.      Kita harus dekat dengan siswa tersebut dan berusaha untuk menyayangi mereka agar hubungan secara personal lebih dekat.
c.       Kita berikan stimulus  melalui latihan latihan kepada siswa
d.      Sesuai dengan psikologi tingkah laku (behaviorisme)  contohnya Thorndike, bahwa belajar adalah hasil dari pembentukan hubungan antara ransangan dari luar( stimulus) yaitu dari guru dan balasan dari siswa(respon)Semakin sering hubungan antara ransangan dan balasan terjadi maka akan semakin kuat hubungan keduanya.
e.        Ganjaran/penguatan, apabila siswa kita berikan persoalan dan dapat mengerjakan maka guru memberikan ganjaran(reward) bisa dalam bentuk nilai atau point.

3.      Dalam pembelajaran matematika, teori belajar tingkah laku  dianggap cocok untuk membelajarkan fakta,konsep, prinsip dan keterampilan. Apakah  anda setuju dengan  pendapat  tersebut ?  Jelaskan  argumentasi anda dan  berikan contohnya!
Ya. Karena  dalam matematika  diperlukan  4 unsur yang meliputi :
Fakta, Konsep, Prinsip dan Ketrampilan  (Skill).
Fakta adalah  kesepakatan  para matematikawan  dalam menyebutkan suatu objek.
Contoh  :   Bangun datar yang panjang ke empat sisinya sama dan keempat sudutnya   siku-siku disebut persegi dan bukan  bujursangkar
Konsep  adalah  ide abstrak  yang memungkinkan  seseorang untuk mengklasifikasi suatu objek dan menerangkan  objek itu  merupakan contoh atau  bukan.
Contoh  :  Belah ketupat adalah  segiempat yang panjang atau ukuran ke empat sisinya sama.
Dengan definisi tersebut, guru melakukan pendekatan terhadap siswa agar mengenal atribut dan sifat-sifat khusus dari belah ketupat. Sehingga  siswa dapat menyebutkan bangun datar yang merupakan  belah ketupat atau bukan.
Prinsip  adalah  keterkaitan antar konsep.  Yaitu suatu pernyataan yang memuat  hubungan  antar dua konsep atau lebih.
Contoh  : Luas selimut tabung  L = .  Terdapat  konsep luas (L),  konsep ukuran sisinya, yang merupakan keliling lingkaran  (  dan  lebar  selimut yang merupakan tinggi tabung (t)
Keterampilan  adalah  kemampuan  untuk menggunakan prosedur atau langkah-langkah  untuk menyelesaikan  soal (algoritma).








 







4.      Hirarki belajar adalah urut-urutan penyampaian materi pembelajaran dari yang sederhana sampai dengan yang paling kompleks dengan menempatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan yang menjadi tujuan pembelajaran diikuti dengan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan selanjutnya.
 Contoh sederhana: untuk memahami perpangkatan awali dulu dengan penyampaian materi penjumlahan kemudian perkalian kemudian perpangkatan. Alasannya adalah dasar perkalian adalah penjumlahan karena perkalian pada dasarnya adalah penjumlahan yang berulang dari suatu bilangan , dan perpangkatan adalah perkalian yang berulang dari suatu bilangan.

5.      Salah satu implikasi dari teori para penganut psikologi tingkah laku terhadap pembelajaran adalah memberi latihan dan pekerjaan PR kepada siswa. Jelaskan mengapa guru harus memberikan latihan dan PR ini!
Menurut Anda apa implikasi lain teori ini dalam praktek pembelajaran?
PENJELASAN
Menurut penganut teori psikologi tingkah laku berarti memberikan pembiasaan dan penguatan (reinforcement) dalam memahami objek-objek langsung matematika berupa fakta, konsep, prinsip, dan keterampilan.
Guru harus memberi latihan dan pekerjaan PR kepada siswa agar siswa terbiasa dan mampu memahami materi-materi pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah. 
Implikasi lain teori psikologi tingkah laku dalam praktek pembelajaran adalah:
a.       Digunakan untuk mengembangkan kemampuan siswa yang berhubungan dengan pencapaian hasil belajar (pengetahuan) matematika.
b.      Pengulangan pembelajaran yang terus menerus sehingga pembiasaan dimiliki siswa.
c.       Pembelajaran bentuk latihan dan penguatan

6.      Sebutkan empat tahap perkembangan kognitif menurut Piaget?
Dapatkah Anda memberi contoh implikasi pentahapan perkembangan kognitif menurut Piaget terhadap pembelajaran matematika?
Tahap perkembangan kognitif menurut Piaget sebagai berikut : Sensori-Motor. Pra-Operasional, Operasional-Konkret, Operasional-Formal.
Adapun uraian singkat tentang istilah di atas terurai dalam tabel berikut

NO
UMUR ( TAHUN)
TAHAP
1.
2.
3.
4.
0     -   2
2  -   7
        7  -  11
    11+
Sensori-Motor. O
Pra-Operasional.
Operasional-Konkret.
Operasional-Formal.



Contoh penerapan pembelajaran Matematika pada setiap tahapan
1.      Sensori-Motor.
Pada tahap ini seorang anak tergantung pada gerakan tubuh dan alat indra. Contoh meniru ucapan jumlah benda
2.      Pra-Operasional.
Pada tahap ini anak masih kesulitan bernalar atau terjadi pembalikan pemikiran. Contoh membilang yang belum urut
3.      Operasional-Konkret.
Pada tahap ini anak dapat membuat kesimpulan dari situasi nyata dengan mengunakan benda kongkrit. Misal bangun ruang
4.      Operasional-Formal
Pada tahap ini kegiatan pembelajaran siswa dapat mengunakan menggunakan benda dalam bentuk yang lebih abstrak misalnya gambar

Contoh implikasi pentahapan perkembangan kognitif menurut Piaget terhadap pembelajaran matematika adalah:
a.       Struktur-Kognitif: Merupakanorganisasi mental tingkattinggi yang terbentuk pada saat seseorang berinteraksi dengan lingkungan.
Contoh : Pembelajaran perbandingan trigonometri (mengukur tinggi pohon, tinggi tiang bendera)
Pembelajaran berbasis konstektual yang memanfaatkan lingkungan.
b.      Isi–kognitif :Merupakan pola tingkahlaku seseorang yang tercermin pada saat seseorang merespon berbagai masalah.
Contoh :Pembelajaran diferensial yang berbasis masalah.
Pembelajaran dilakukan dengan berbasis masalah.
c.       Fungsi-kognitif: Merupakan cara yang digunakan seseorang untuk mengembangkan tingkat intelektualitasnya yang terdiri atas organisasi dan adaptasi.
Contoh : Pembelajaran peluang (menentukan peluang kejadian)

7.      Dalam sesi (kegiatan) pembelajaran di kelas, apa yang dapat dilakukan guru pada tahap enaktif, ikonik, simbolik?
PENJELASAN
Menurut teori Brunner ada tiga tahap proses belajar yang harus dilalui siswa agar proses pembelajaran menjadi optimal yaitu:  enaktif, ikonik, simbolik
Adapun uraian dari ketiga istilah itu secara singkat sebagai berikut
1.      Tahap Enaktif , pada tahap ini siswa dituntut untuk mempelajari pengetahuan dengan menggunakan sesuatu yang kongkrit atau  nyata
2.      Tahap Ikonik, pada tahap ini siswa mempelajari suatu pengetahuan dalam bentuk gambar atau diagram sebagai perwujudan dari kegiatan yang menggunakan benda kongkrit tadi
3.      Tahap Simbolik ,  pada tahap ini siswa harus mengalami proses berabstraksi. Berabstraksi terjadi pada saat seseorang menyadari adanya kesamaan di antara perbedaan perbedaaan yang ada (Cooney, 1975)

Dalam sesi (kegiatan) pembelajaran di kelas, yang dapat dilakukan guru pada tahap enaktif
1.   Ketika akan memeplajari kompetensi dasar tentang bangun ruang maka guru menunjukkan bagun ruang seperti kaleng susu, kotak pasta gigi, bola dan lain-lain
2.   Siswa diminta mengamati benda yang disajikan oleh guru
3.   Siswa diminta untuk mengajukan perrtanyaan tentang bangun tersebut
4.   Guru meminta siswa untuk menunjukkan bangun geomtris sesuai bangun kongkrit yang disajikan guru
Selanjutnya tahap ikonik dilakukan  yaitu
1.   Menyajikan bangun kongkrit dalam bentuk sketsa gambar
2.    Menuliskan nama bangun geometri nya misal gambar kaleng susu adalah tabung, dan seterusnya

Kegiatan pembelajaran di kelas, yang dapat dilakukan guru pada tahap simbolik yaitu:
1.   Menggunakan rumus unntuk menghitung luas permukaan bangun dan volum bangun tersebut
2.   Mengaplikasikan beberapa konsep bangun dalam menyelesaikan soal terkait kehidupan sehari hari, misalnya volum kolam  berbentuk kubus yang diisi oleh  kaleng berbentuk tabung




8.      Jelaskan langkah-langkah yang dapat Anda gunakan agar para siswa dapat belajar secara bermakna?
Penjelasan :
Menurut David P Ausubel inti dari belajar bermakna ( meaningfull learning) adalah jika guru mampu memberi kemudahan bagi siswanya sehingga siswa dapat mengaitkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya.   Untuk mencapai tujuan itu, langkah-langkah yang dapat kita lakukan adalah :
-          Menyampaikan tujuan pembelajaran
-          Mengecek, mengingatkan kembali ataupun memperbaiki pengetahuan prasyarat siswa sebelum kita ( guru) membahas topik baru, sehingga pengetahuan yang baru tersebut dapat  berkait dengan pengetahuan yang lama.
-          Menghadirkan fakta yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

9.      Apa pentingnya asimilasi dan akomodasi pada proses pembelajaran matematika? Berikan contoh tentang asimilasi dan akomodasi pada pembelajaran matematika?
Penjelasan:
Asimilasi adalah suatu proses dimana suatu informasi atau pengalaman baru disesuaikan dengan kerangka kognitif yang sudah ada di benak siswa.

Akomodasi adalah suatu proses perubahan atau pengembangan kerangka kognitif yang sudah ada di benak siswa agar sesuai denagn pengalaman yang baru dialami.

Asimilasi dan akomodasi penting pada proses pembelajaran matematika untuk mengadaptasi dan mengembangkan kerangka kognitif yang dimiliki siswa ketika mengahadapi fakta-fakta yang tidak sama persis dengan teori yang dimiliki.
Contoh :
Asimilasi :
Menghitung luas bangun datar berupa segitiga dengan pendekatan rumus luas segitiga .
Akomodasi :
Menghitung luas bangun tidak beraturan dengan pendekatan rumus luas persegi dan perbandingan.
10.  Berikan  contoh  pembelajaran  topik  matematika  sesuai  teori  belajar  Bruner  yang memuat tahap enaktif, ikonik dan simbolik.

TOPIK: Menentukan diagonal pada bangun ruang kubus.

Tahap enaktif, pada tahap ini para siswa dituntut untuk mempelajari pengetahuan dengan menggunakan sesuatu yang “konkret” atau “nyata” yang berarti dapat diamati dengan
 menggunakan panca indera. 
1.       Guru menunjukkan benda nyata berbentuk kubus.
2.       Siswa diminta menyebutkan beberapa contoh benda nyata berbentuk kubus.

Tahap Ikonik, pada tahap ini siswa mempelajari pengetahuan dalam bentuk gambar atau
diagram sebagai perwujudan dari kegiatan yang menggunakan benda konkret atau nyata tadi
1.       Siswa diminta menggambarkan benda yang  telah disebutkan
2.       Siswa diminta memberi nama setiap titik sudut.

 Tahap simbolik, pada tahapini siswa harus bisa membuat symbol-simbol abstrak dari
 benda konkret atau nyata 
1.       Siswa menuliskan diagonal ruang dari bangun tersebut.
2.       Siswa menentukan panjang diagonal ruang.

Contoh Permasalahan :
Budi akan menghias suatu ruangan yang berbentuk kubus untuk acara ulang tahun seorang temannya. Ia menghias ruangan tersebut dengan pita dan balon. Ia ingin memasang pita melintang melalui ruangan dari pojok atas sampai pojok bawah ruangan . jika ruangan tersebut berukuran 3m × 3m × 3m, berapakah  panjang pita yang diperlukan untuk menghias ruangan tersebut?




11.  Beri  contoh  pembelajaran  yang  mengacu  pada  ‘belajar  hafalan’  atau  rote- learning’.
Belajar hapalan (rote-learning)

Jika seorang siswa berkeinginan untuk mengingat sesuatu materi tanpa mengaitkan hal yang
satu dengan hal yang lain, maka baik proses maupun hasil pembelajaran dapat dinyatakan
sebagai hapalan (rote-learning) dan tidak akan bermakna sam sekali bagi siswa.
Topik : Trigonometri (Besar sudut istemewa
Langkah pembelajaran
Tujuan pembelajaran adalah siswa dapat menyebutkan besar sudut istemewa.
Langkah pertama siswa di tuntun untuk mengetahui besar sudut istemewa
Pada sin x, cos x dan tan x. misalnya siswa dapat menjawab sin 30  = ½ tanpa mengetahui awalnya darimana
Langkah kedua siswa diharapkan dapat menghapal  besar sudut istemewa
Langkah ketiga siswa dapat menjawab soal-soal yang berhubungan dengan sudut istemewa

12.   Beri   contoh   pembelajaran   yang   mengacu   pada   ‘belajar   bermakna’   atau meaningful-learning’ dan jelaskan kelebihannya.
Belajar bermakna (meaningful-learning)

Pengetahuan yang dimiliki siswa akan menentukan berhasil tidaknya suatu proses pembelajaran.
Guru dituntut untuk mengecek dan mengingatkan kembali atau memperbaiki pengetahuan prasyarat siswa sebelum memulai topik yang baru.
 Aturan sinus , Aturan Cosinus dan Luas Segitiga
Tujuan Siswa dapat menyelesaikan soal yang berkaitan dengan Aturan Sinus
Langkah pertama siswa mengingat dan menyebutkan besar sudut istemewa dari pertemuan sebelumnya.
Langkah kedua Guru memberikan contoh gambar  dua buah segitiga sembarang dimana dari segitiga tersebut diketahui panjang dua sisi dan satu sudut di depan salah satu sisi tersebut dan  diketahui dua sudut dan panjang  satu sisi di depan salah satu sudut tersebut. Siswa disuruh menentukan panjang sisi atau besar sudut yang lainnya.

13.  Ada pernyataan bahwa suatu perngetahuan tidak dapat dipindahkan dari otak seorang guru dengan begitu saja ke dalam otak siswa. Setujukah anda dengan pendapat tersebut.
Jawab :
Setuju, karena menurut teori Bodner (1986 ; 873) pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dr otak seorang guru k otak siswanya. Setiap siswa harus membangun pengetahuan itu di dalam otaknya masing-masing.
Proses pembelajaran akan berhasil hanya jika para siswa tersebut telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengolah dan mencerna informasi baru tersebut dengan menyesuaikannya pada pengetahuan yang telah tersimpan di dalam kerangka kognitif ataupun dengan mengubah kerangka kognitifnya tersebut.
14.  Segitiga siku-siku dengan sudut 30o
Segitiga
Sisi depan (D)
Sisi Samping (S)
Sisi Miring (M)
D/M
S/M
Segitiga 1
2cm
3,464cm
4cm
2/4 = 0,5
3,464/4 = 0,866
Segitiga 2
3cm
5,196cm
6cm
3/6 = 0,5
5,196/6 = 0,866
Segitiga 3
4cm
6,928cm
8cm
4/8 = 0,5
6,928/8 = 0,866
Segitiga 4
5cm
8,660cm
10cm
5/10 = 0,5
8,660/10 = 0,866
Segitiga 5
6cm
10,392cm
12cm
6/12 = 0,5
10,392/12 = 0,866

·         Hal yang menarik adalah segitiga siku – siku dengan salah satu sudut 30o walaupun dengan panjang sisi depan dan sisi samping yang berbeda akan menghasilkan sisi miring yang berbeda pula namun jika kita cermati perbandingan sisi depan (D) dengan sisi miring (M) dalam hal ini kita singkat menjadi D/M akan memberikan hasil yang sama terhadap kelima segitiga tersebut.
Begitu pula  perbandingan sisi samping (S) dengan sisi miring (M) dalam hal ini kita singkat menjadi S/M akan memberikan hasil yang sama terhadap kelima segitiga tersebut.
·         Tabel yang dihasilkan teman yang lainpun dengan sudut yang berbeda tetap menghasilkan perbandingan D/M yang sama dari setiap segitiga begitu pula untuk S/M.
·         Proses tersebut dapat digunakan untuk mengenalkan siswa dalam pembelajaran perbandingan trigonometri dalam hal ini untuk menemukan sindan cos .



1 komentar: