1. Setiap
siswa memiliki
karakteristik yang berbeda antara satu
dengan yang lain.Apa saja karakteristik siswa
yang Anda ketahui. Jelaskan!

Karakteristik adalah watak
atau tabiat seseorang yang dipengaruhi oleh lingkungan, sikap dan kebiasaan.
Karakteristik yang perlu
diperhatikan oleh guru
1.
Karakteristik
atau keadaan yang berkenaan dengan kemampuan awal siswa. Misalnya adalah
kemampuan intelektual, kemampuan berpikir dll
2.
Karakteristik
atau keadaan siswa yang berkenaan dengan latar belakang dan status social
3.
Karakteristik
atau keadaan siswa yang berkenaan dengan perbedaan-perbedaan kepribadian
seperti sikap, perasaan, minat dll
Dari macam – macam jenis
dan sumber karakteristik atau keaadaan yang ada pada siswa ini, guru dapat
menentukan data – data apa saja yang perlu diketahui informasinya dan digali
dari peserta didik. Kondisi pada peserta didik juga senantiasa dapat mengalami
perubahan, guru hendaknya juga harus memantau segala perubahan keadaan yang ada
pada siswa baik sebelum pembelajaran dimulai, saat pembelajaran, hingga pasca
pembelajaran dan evaluasi.
2. Pernahkah anda menyaksikan sirkus di
Televisi?...Pernah
Bagaimana cara mengajari
binatang-binatang yang ada sehingga mereka dapat melakukan tugasnya dengan baik?...
Pertama: Kita harus
menyukai binatang itu
Kedua : Kita harus
menyayangi binatang itu
Ketiga
: Kita harus memberikan latihan –latihan secara kontinu disertai dengan rasa
kasih sayang
Keempat
: Jika binatang itu dapat melakukan perintah yg kita suruh kita berikan hadiah
atau ganjaran.
Dapatkah
cara tersebut di gunakan untuk siswa kita?...Dapat
Cara
itu dapat digunakan untuk siswa kita di kelas, Hal-hal yang perlu diperhatikan
adalah…
a. Kita lihat kondisi siswa yang akan
kita ajar. Misalnya pada kisaran umur berapa..juga latar belakang input nya
dalam hal nilai.
b. Kita harus dekat dengan siswa
tersebut dan berusaha untuk menyayangi mereka agar hubungan secara personal
lebih dekat.
c. Kita berikan stimulus melalui latihan latihan kepada siswa
d. Sesuai dengan psikologi tingkah laku
(behaviorisme) contohnya Thorndike,
bahwa belajar adalah hasil dari pembentukan hubungan antara ransangan dari
luar( stimulus) yaitu dari guru dan balasan dari siswa(respon)Semakin sering
hubungan antara ransangan dan balasan terjadi maka akan semakin kuat hubungan
keduanya.
e. Ganjaran/penguatan, apabila siswa kita berikan
persoalan dan dapat mengerjakan maka guru memberikan ganjaran(reward) bisa
dalam bentuk nilai atau point.
3. Dalam pembelajaran matematika, teori
belajar tingkah laku dianggap cocok
untuk membelajarkan fakta,konsep, prinsip dan keterampilan. Apakah anda setuju dengan pendapat
tersebut ? Jelaskan argumentasi anda dan berikan contohnya!
Ya. Karena dalam matematika diperlukan
4 unsur yang meliputi :
Fakta, Konsep, Prinsip
dan Ketrampilan (Skill).
Fakta adalah kesepakatan para matematikawan dalam menyebutkan suatu objek.
Contoh :
Bangun datar yang panjang ke empat sisinya sama dan keempat sudutnya siku-siku disebut persegi dan bukan bujursangkar
Konsep adalah
ide abstrak yang
memungkinkan seseorang untuk
mengklasifikasi suatu objek dan menerangkan
objek itu merupakan contoh
atau bukan.
Contoh :
Belah ketupat adalah segiempat
yang panjang atau ukuran ke empat sisinya sama.
Dengan definisi tersebut,
guru melakukan pendekatan terhadap siswa agar mengenal atribut dan sifat-sifat
khusus dari belah ketupat. Sehingga
siswa dapat menyebutkan bangun datar yang merupakan belah ketupat atau bukan.
Prinsip adalah keterkaitan antar konsep. Yaitu suatu pernyataan yang memuat hubungan
antar dua konsep atau lebih.
Contoh : Luas selimut tabung L =
. Terdapat konsep luas (L), konsep ukuran sisinya, yang merupakan
keliling lingkaran (
dan lebar
selimut yang merupakan tinggi tabung (t)
Keterampilan adalah
kemampuan untuk menggunakan
prosedur atau langkah-langkah untuk
menyelesaikan soal (algoritma).
4. Hirarki belajar adalah urut-urutan
penyampaian materi pembelajaran dari yang sederhana sampai dengan yang paling
kompleks dengan menempatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan yang
menjadi tujuan pembelajaran diikuti dengan kemampuan, pengetahuan dan
keterampilan selanjutnya.
Contoh sederhana: untuk memahami perpangkatan
awali dulu dengan penyampaian materi penjumlahan kemudian perkalian kemudian
perpangkatan. Alasannya adalah dasar perkalian adalah penjumlahan karena
perkalian pada dasarnya adalah penjumlahan yang berulang dari suatu bilangan ,
dan perpangkatan adalah perkalian yang berulang dari suatu bilangan.
5. Salah satu implikasi dari teori para penganut psikologi tingkah laku
terhadap pembelajaran adalah memberi latihan dan pekerjaan PR kepada siswa.
Jelaskan mengapa guru harus memberikan latihan dan PR ini!
Menurut Anda apa
implikasi lain teori ini dalam praktek pembelajaran?
PENJELASAN
Menurut penganut teori psikologi tingkah laku berarti memberikan
pembiasaan dan penguatan (reinforcement)
dalam memahami objek-objek langsung matematika berupa fakta, konsep, prinsip,
dan keterampilan.
Guru harus memberi latihan dan pekerjaan PR kepada siswa agar siswa
terbiasa dan mampu memahami materi-materi pelajaran yang sudah dipelajari di
sekolah.
Implikasi lain teori psikologi tingkah laku dalam praktek pembelajaran
adalah:
a. Digunakan untuk mengembangkan kemampuan siswa yang berhubungan dengan
pencapaian hasil belajar (pengetahuan) matematika.
b. Pengulangan pembelajaran yang terus menerus sehingga pembiasaan
dimiliki siswa.
c. Pembelajaran bentuk latihan dan penguatan
6. Sebutkan empat tahap perkembangan kognitif menurut Piaget?
Dapatkah Anda memberi contoh implikasi pentahapan perkembangan kognitif
menurut Piaget terhadap pembelajaran matematika?
Tahap perkembangan
kognitif menurut Piaget sebagai berikut : Sensori-Motor. Pra-Operasional,
Operasional-Konkret, Operasional-Formal.
Adapun uraian singkat
tentang istilah di atas terurai dalam tabel berikut
NO
|
UMUR ( TAHUN)
|
TAHAP
|
1.
2.
3.
4.
|
0
- 2
2 - 7
7 - 11
11+
|
Sensori-Motor. O
Pra-Operasional.
Operasional-Konkret.
Operasional-Formal.
|
Contoh penerapan pembelajaran
Matematika pada setiap tahapan
1. Sensori-Motor.
Pada tahap ini seorang anak tergantung pada gerakan tubuh dan
alat indra. Contoh meniru ucapan jumlah benda
2. Pra-Operasional.
Pada tahap ini anak masih kesulitan bernalar atau terjadi
pembalikan pemikiran. Contoh membilang yang belum urut
3. Operasional-Konkret.
Pada tahap ini anak dapat membuat kesimpulan dari situasi
nyata dengan mengunakan benda kongkrit. Misal bangun ruang
4. Operasional-Formal
Pada tahap ini kegiatan pembelajaran siswa dapat mengunakan
menggunakan benda dalam bentuk yang lebih abstrak misalnya gambar
Contoh implikasi pentahapan perkembangan kognitif menurut
Piaget terhadap pembelajaran matematika adalah:
a. Struktur-Kognitif:
Merupakanorganisasi mental tingkattinggi yang terbentuk pada saat seseorang
berinteraksi dengan lingkungan.
Contoh : Pembelajaran perbandingan trigonometri (mengukur
tinggi pohon, tinggi tiang bendera)
Pembelajaran berbasis konstektual yang memanfaatkan
lingkungan.
b. Isi–kognitif :Merupakan pola
tingkahlaku seseorang yang tercermin pada saat seseorang merespon berbagai
masalah.
Contoh :Pembelajaran diferensial yang berbasis masalah.
Pembelajaran dilakukan dengan berbasis masalah.
c. Fungsi-kognitif: Merupakan cara yang
digunakan seseorang untuk mengembangkan tingkat intelektualitasnya yang terdiri
atas organisasi dan adaptasi.
Contoh : Pembelajaran peluang (menentukan peluang kejadian)
7. Dalam sesi (kegiatan) pembelajaran di
kelas, apa yang dapat dilakukan guru pada tahap enaktif, ikonik, simbolik?
PENJELASAN
Menurut teori Brunner ada
tiga tahap proses belajar yang harus dilalui siswa agar proses pembelajaran
menjadi optimal yaitu: enaktif, ikonik,
simbolik
Adapun uraian dari ketiga
istilah itu secara singkat sebagai berikut
1. Tahap Enaktif , pada tahap ini siswa
dituntut untuk mempelajari pengetahuan dengan menggunakan sesuatu yang kongkrit
atau nyata
2. Tahap Ikonik, pada tahap ini siswa
mempelajari suatu pengetahuan dalam bentuk gambar atau diagram sebagai
perwujudan dari kegiatan yang menggunakan benda kongkrit tadi
3. Tahap Simbolik , pada tahap ini siswa harus mengalami
proses berabstraksi. Berabstraksi terjadi pada saat seseorang menyadari adanya
kesamaan di antara perbedaan perbedaaan yang ada (Cooney, 1975)
Dalam sesi (kegiatan) pembelajaran
di kelas, yang dapat dilakukan guru pada tahap enaktif
1. Ketika akan memeplajari kompetensi
dasar tentang bangun ruang maka guru menunjukkan bagun ruang seperti kaleng
susu, kotak pasta gigi, bola dan lain-lain
2. Siswa diminta mengamati benda yang
disajikan oleh guru
3. Siswa diminta untuk mengajukan
perrtanyaan tentang bangun tersebut
4. Guru meminta siswa untuk menunjukkan
bangun geomtris sesuai bangun kongkrit yang disajikan guru
Selanjutnya tahap ikonik
dilakukan yaitu
1. Menyajikan bangun kongkrit dalam
bentuk sketsa gambar
2. Menuliskan nama bangun geometri nya misal
gambar kaleng susu adalah tabung, dan seterusnya
Kegiatan pembelajaran di
kelas, yang dapat dilakukan guru pada tahap simbolik yaitu:
1. Menggunakan rumus unntuk menghitung
luas permukaan bangun dan volum bangun tersebut
2. Mengaplikasikan beberapa konsep
bangun dalam menyelesaikan soal terkait kehidupan sehari hari, misalnya volum
kolam berbentuk kubus yang diisi
oleh kaleng berbentuk tabung
8. Jelaskan
langkah-langkah yang dapat Anda gunakan agar para siswa dapat belajar secara
bermakna?
Penjelasan
:
Menurut
David P Ausubel inti dari belajar bermakna ( meaningfull learning) adalah jika
guru mampu memberi kemudahan bagi siswanya sehingga siswa dapat mengaitkan
pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya. Untuk mencapai tujuan itu, langkah-langkah
yang dapat kita lakukan adalah :
-
Menyampaikan tujuan pembelajaran
-
Mengecek, mengingatkan kembali ataupun
memperbaiki pengetahuan prasyarat siswa sebelum kita ( guru) membahas topik
baru, sehingga pengetahuan yang baru tersebut dapat berkait dengan pengetahuan yang lama.
-
Menghadirkan fakta yang berkaitan dengan
materi pembelajaran.
9. Apa
pentingnya asimilasi dan akomodasi pada proses pembelajaran matematika? Berikan
contoh tentang asimilasi dan akomodasi pada pembelajaran matematika?
Penjelasan:
Asimilasi
adalah suatu proses dimana suatu informasi atau pengalaman baru disesuaikan
dengan kerangka kognitif yang sudah ada di benak siswa.
Akomodasi
adalah suatu proses perubahan atau pengembangan kerangka kognitif yang sudah
ada di benak siswa agar sesuai denagn pengalaman yang baru dialami.
Asimilasi
dan akomodasi penting pada proses pembelajaran matematika untuk mengadaptasi
dan mengembangkan kerangka kognitif yang dimiliki siswa ketika mengahadapi
fakta-fakta yang tidak sama persis dengan teori yang dimiliki.
Contoh
:
Asimilasi
:
Menghitung
luas bangun datar berupa segitiga dengan pendekatan rumus luas segitiga .
Akomodasi
:
Menghitung
luas bangun tidak beraturan dengan pendekatan rumus luas persegi dan
perbandingan.
10. Berikan
contoh pembelajaran
topik matematika
sesuai teori belajar
Bruner
yang
memuat tahap
enaktif, ikonik dan simbolik.

TOPIK: Menentukan diagonal pada bangun ruang kubus.
Tahap enaktif, pada tahap ini para siswa dituntut untuk
mempelajari pengetahuan dengan menggunakan sesuatu yang “konkret” atau “nyata”
yang berarti dapat diamati dengan
menggunakan panca indera.
1.
Guru menunjukkan benda nyata berbentuk kubus.
2.
Siswa diminta menyebutkan beberapa contoh benda nyata
berbentuk kubus.
Tahap Ikonik, pada tahap ini siswa mempelajari pengetahuan
dalam bentuk gambar atau
diagram sebagai perwujudan dari kegiatan yang menggunakan benda konkret
atau nyata tadi
1.
Siswa diminta menggambarkan benda yang telah disebutkan
2.
Siswa diminta memberi nama setiap titik sudut.
Tahap simbolik, pada
tahapini siswa harus bisa membuat symbol-simbol abstrak dari
benda konkret atau nyata
1.
Siswa menuliskan diagonal ruang dari bangun tersebut.
2.
Siswa menentukan panjang diagonal ruang.
Contoh Permasalahan :
Budi akan menghias suatu
ruangan yang berbentuk kubus untuk acara ulang tahun seorang temannya. Ia
menghias ruangan tersebut dengan pita dan balon. Ia ingin memasang pita
melintang melalui ruangan dari pojok atas sampai pojok bawah ruangan . jika
ruangan tersebut berukuran 3m × 3m × 3m, berapakah panjang pita yang diperlukan untuk menghias
ruangan tersebut?
11. Beri contoh pembelajaran
yang
mengacu
pada ‘belajar hafalan’ atau ‘rote-
learning’.
Belajar hapalan (rote-learning)
Jika seorang siswa
berkeinginan untuk mengingat sesuatu materi tanpa mengaitkan hal yang
satu dengan hal
yang lain, maka baik proses maupun hasil pembelajaran dapat dinyatakan
sebagai hapalan
(rote-learning) dan tidak akan bermakna sam sekali bagi siswa.
Topik :
Trigonometri (Besar sudut istemewa
Langkah
pembelajaran
Tujuan
pembelajaran adalah siswa dapat menyebutkan besar sudut istemewa.
Langkah pertama siswa di tuntun untuk mengetahui besar sudut
istemewa
Pada sin x, cos x dan tan x. misalnya siswa
dapat menjawab sin 30 = ½ tanpa
mengetahui awalnya darimana
Langkah kedua siswa diharapkan dapat menghapal besar sudut istemewa
Langkah ketiga
siswa dapat menjawab soal-soal yang berhubungan dengan sudut istemewa
12. Beri contoh pembelajaran
yang
mengacu pada
‘belajar bermakna’ atau ‘meaningful-learning’ dan jelaskan kelebihannya.
Belajar bermakna (meaningful-learning)
Pengetahuan
yang dimiliki siswa akan menentukan berhasil tidaknya suatu proses
pembelajaran.
Guru dituntut
untuk mengecek dan mengingatkan kembali atau memperbaiki pengetahuan prasyarat
siswa sebelum memulai topik yang baru.
Aturan sinus , Aturan Cosinus dan Luas
Segitiga
Tujuan
Siswa dapat menyelesaikan soal yang berkaitan dengan Aturan Sinus
Langkah
pertama siswa mengingat dan menyebutkan besar sudut istemewa dari pertemuan
sebelumnya.
Langkah
kedua Guru memberikan contoh gambar dua
buah segitiga sembarang dimana dari segitiga tersebut diketahui panjang dua
sisi dan satu sudut di depan salah satu sisi tersebut dan diketahui dua sudut dan panjang satu sisi di depan salah satu sudut tersebut.
Siswa disuruh menentukan panjang sisi atau besar sudut yang lainnya.
13. Ada pernyataan bahwa suatu
perngetahuan tidak dapat dipindahkan dari otak seorang guru dengan begitu saja
ke dalam otak siswa. Setujukah anda dengan pendapat tersebut.
Jawab :
Setuju, karena menurut
teori Bodner (1986 ; 873) pengetahuan
tidak dapat dipindahkan begitu saja dr otak seorang guru k otak siswanya.
Setiap siswa harus membangun pengetahuan itu di dalam otaknya masing-masing.
Proses pembelajaran akan
berhasil hanya jika para siswa tersebut telah berusaha dengan sungguh-sungguh
untuk mengolah dan mencerna informasi baru tersebut dengan menyesuaikannya pada
pengetahuan yang telah tersimpan di dalam kerangka kognitif ataupun dengan
mengubah kerangka kognitifnya tersebut.
14. Segitiga siku-siku dengan sudut 30o
Segitiga
|
Sisi depan (D)
|
Sisi Samping (S)
|
Sisi Miring (M)
|
D/M
|
S/M
|
Segitiga 1
|
2cm
|
3,464cm
|
4cm
|
2/4 = 0,5
|
3,464/4 = 0,866
|
Segitiga 2
|
3cm
|
5,196cm
|
6cm
|
3/6 = 0,5
|
5,196/6 = 0,866
|
Segitiga 3
|
4cm
|
6,928cm
|
8cm
|
4/8 = 0,5
|
6,928/8 = 0,866
|
Segitiga 4
|
5cm
|
8,660cm
|
10cm
|
5/10 = 0,5
|
8,660/10 = 0,866
|
Segitiga 5
|
6cm
|
10,392cm
|
12cm
|
6/12 = 0,5
|
10,392/12 = 0,866
|
·
Hal
yang menarik adalah segitiga siku – siku dengan salah satu sudut 30o walaupun
dengan panjang sisi depan dan sisi samping yang berbeda akan menghasilkan sisi
miring yang berbeda pula namun jika kita cermati perbandingan sisi depan (D)
dengan sisi miring (M) dalam hal ini kita singkat menjadi D/M akan memberikan
hasil yang sama terhadap kelima segitiga tersebut.
Begitu pula perbandingan sisi samping (S) dengan sisi
miring (M) dalam hal ini kita singkat menjadi S/M akan memberikan hasil yang
sama terhadap kelima segitiga tersebut.
·
Tabel
yang dihasilkan teman yang lainpun dengan sudut yang berbeda tetap menghasilkan
perbandingan D/M yang sama dari setiap segitiga begitu pula untuk S/M.
·
Proses
tersebut dapat digunakan untuk mengenalkan siswa dalam pembelajaran
perbandingan trigonometri dalam hal ini untuk menemukan sin
dan cos
.
SELAMAT MENEMPUH UKG TEMAN-TEMAN
BalasHapus