1. Berikan
ilustrasi contoh penilaian proses dan hasil belajar matematika yang belum
memenuhi prinsip penilaian yang baik
Prinsip-prinsip
penilaian sesuai dengan permendikbud No. 66 tahun 2013 yaitu obyektif, terpadu,
ekonomis, transparan, akuntabel dan edukatif.
Contoh penilaian proses dan hasil belajar matematika yang belum memenuhi
prinsip yang baik yaitu penilaian yang dilakukan hanya di akhir pembelajaran,
yang seharusnya terpadu dimana penilaian oleh pendidik dilakukan terencana
mulai kesiapan siswa , proses dan hasil belajar secara utuh. Hasil penilaian belum merata digunakan
sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran berikutnya
Contoh
nyata
Ilustrasi penilaian yang tidak objektif adalah guru dalam memberikan nilai
dipengaruhi oleh subjektifitas seperti kasus siswa yang mengikuti “les” mendapt
nilai tinggi sedangkan kemampuan sebenarnya tidak tercapai
Ilustrasi penilaian yang tidak terpadu terjadi saat intrumen soal tidak sesuai KD .
2. Aspek
belajar Matematika apa yang selama ini banyak dirasakan sulit oleh guru untuk
melakukan penilaian ? Mengapa ?
Aspek
belajar matematika SMA yang dirasakan sulit oleh guru untuk melakukan
penilaian adalah aspek sikap spiritual
dan social karena belum terbiasa membuat instrumen dalam aspek sikap spiritual
dan sosial serta dalam pelaksanaan penilaian. Penilaian antar teman yang sering
dilakukan peserta didik tidak serius
karena belum tertanam disipiln anak dan kejujuran.
Kesulitan
terjadi pada saat penilaian ketrampilan, karena sulit membedakan penilaian
tugas atau ketrampilan. Hal ini terasa bias karena ketrampilan penilaiain pada
unjuk kerja sedangkan d SMA guru sering rancu menafsirkan jenis penialaian. (
seperti menggambar grafik dsb)
3. Berikan
gambaran Prosedur penilaian proses dan hasil belajar Matematika dari awal
penilaian sampai peroehan hasil! Adakah dari sebagian prosedur penilaian
tersebut yang banyak dilewatkan oleh
guru matematika. Beri contoh untuk menjelaskannya
Prosedur
penilaian
Merujuk
pada pp 32/2013 Penilaian dilakukan
secara berkesinambungan dengan tujuan untuk memantau proses , kemajuan
belajar dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta
didik, bahan laporan kemajuan hasil belajar dan meningkatkan efektifitas pembelajaran
sebagai berikut:
a.
Proses penilaian
diawali dengan mengkaji silabus sebagai acuan dalam membuat rancangan /
pemetaan penilaian dan kriteria penilaian pada awal semester.
b.
Mengembangkan indikator
pencapaian KD dan memilih teknik
penilaian sesuai pada saat mengembangkan silabus
c.
Mengembangkan
instrument dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang
dipilih.
d.
Memberi informasi
ulangan/ tes pada peserta didik
e.
Melaksanakan tes,
pengamatan, penugasan dll
f.
Mengolah hasil
penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta
didik
g.
Peserta didik yang
belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedial, sedang yang tuntas
mengikuti pengayaan.
h.
Mengembalikan hasil
pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai komentar yang mendidik
i.
Menggunakan hasil
penilaian untuk perbaikan pembelajaran
j.
Melaporkan hasil
penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan
pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik disertai deskripsi singkat
sebagai cerminan kompetensi utuh
k.
Penilaian kompetensi
sikap spiritual dan sosial dilakukan oleh semua pendidik selama satu semester,
hasilnya diakumulasi dan dinyatakan dalam bentuk deskripsi kompetensi oleh wali
kelas.
Hal
yang sering terlupakan oleh guru adalah Penilaian kompetensi sikap spiritual
dan sosial dilakukan oleh semua pendidik selama satu semester, hasilnya
diakumulasi dan dinyatakan dalam bentuk deskripsi kompetensi oleh wali kelas.
Contoh
guru matematika sering kali tidak mengaitkan materi matematika dengan
spiritual.
Materi
Bunga Majemuk diberikan bukan untuk meraih keuntungan dari pihak lain yang
dirugikan. Dalam Islam Riba itu haram. Dan dalam ajaran agama apapun merugikan
itu dilarang.
4. Saat ini banyak guru matematika SMA mengandalkan tes sebagai instrumen
utama penilaian proses dan hasil belajar matematika. Hal ini menyebabkan guru
matematika SMA kehilangan kesempatan mendapatkan hasil penilaian yang
komprehensif mengingat banyak aspek belajar matematika yang tidak selalu bisa
dinilai dengan tes. Sebutkan teknik penilaian selain tes yang bisa digunakan
dalam penilaian proses dan hasil belajar matematika! Jelaskan untuk menilai
aspek apa serta bagaimana teknik tersebut digunakan dalam pembelajaran
matematika!
Penjelasan :
Teknik
penilaian selain tes yang bisa digunakan dalam penilaian proses dan hasil
belajar matematika antara lain yaitu : penilaian kompetensi pengetahuan,sikap,
dan keterampilan .
1.
Penilaian kompetensi sikap
Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi,
penilaian diri, penilaian “teman sejawat” (peer evaluation) oleh peserta
didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan
penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating
scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.
a. Observasi merupakan teknik penilaian yang
dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara
langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi
sejumlah indikator perilaku yang diamati.
b. Penilaian diri merupakan teknik penilaian
dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan
dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa
lembar penilaian diri.
c. Penilaian antar peserta didik merupakan
teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait
dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian
antar peserta didik.
d. Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam
dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan
kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
2.
Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja,
yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi
tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio.
Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating
scale) yang dilengkapi rubrik.
a. Projek adalah tugas-tugas belajar (learning
tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan
secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
b. Penilaian portofolio adalah penilaian yang
dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang
tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat,
perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu.
Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian
peserta didik terhadap lingkungannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar